Kido/Hendra Bertemu Ganda Malaysia

JAKARTA, Kompas.com — Ganda putra utama Indonesia, Markis Kido/Hendra Setiawan, akan menghadapi ganda Malaysia, Chan Peng Soon/Lim Khim Wah, di babak pertama turnamen bulu tangkis All England, Rabu (9/3).

Dalam pertandingan All England tahun ini, Kido/Hendra diunggulkan di tempat keempat. Pasangan juara Asian Games 2010 ini pernah mengalahkan Chan/Lim dalam pertemuan di Makao, Juli 2010.

Dua pemain tunggal putra Indonesia juga akan menghadapi lawan-lawan mereka di babak pertama hari ini. Taufik Hidayat yang diunggulkan di tempat kedua akan bertemu pemain Jepang, Kazushi Yamada. Bagi Taufik, All England merupakan satu-satunya event penting yang belum pernah diraihnya.

Adapun pemain tunggal Pelatnas Cipayung, Dionysius Hayom Rumbaka, akan ditantang pemain asal India, Ajay Jayaram.

Berikut jadwal pemain Indonesia hari ini:
Robert Mateusziak/ Nadiezda Zieba [POL/4]-Nova Widoanto/Vita Marissa [INA]
Muhammad Rijal/Debby Susanto [INA]-Nathan Robertson/Jenny Wallwork [ENG]
Tantowi Ahmad/Liliyana Natsir [INA/7]-Chan Peng Soon/Goh Liu Ying [MAS]
Adam Cwalina/Michal Logos [POL]-Alvent Yulianto/Hendra AG [INA]
Ajay Jayaram [IND]-Dionysius Hayom Rumbaka [INA]
Lita Nurlita [INA]/Saralee Thoungthongkam [THA]-Jang Ye Na/Jung Kyung Eun [KOR]
Chan Peng Soon/Lim Khim Wah [MAS]-Markis Kido/Hendra Setiawan [INA/4]
Kazushi Yamada [JPN]-Taufik Hidayat [INA/2]

Nova/Vita Lolos, Bertemu Unggulan 4

BIRMINGHAM, Kompas.com - Nova Widianto/Vita Marissa maju ke babak utama All England Superseries Premier. Mantan pasangan Pelatnas Cipayung ini berhasil melewati dua rintangan di babak kualifikasi, Selasa (8/3/11), untuk mendapatkan tiket babak utama turnamen klasik berhadiah 350.000 dollar AS tersebut.

Nova/Vita lebih dulu menang 21-11, 16-21, 21-13 atas pemain Rusia Vitalij Durkin/Nina Vislova di putaran pertama. Setelah itu, pasangan yang pernah mempersembahkan medali emas Asian Games ini menggulingkan pemain Malaysia, Ho Halim Haryanto/Lee Eva, dengan straight game 21-16, 21-16.

Di babak utama, Rabu (9/3/11), Nova/Vita langsung menghadapi lawan berat karena bertemu unggulan keempat dari Polandia, Robert Mateusiak/Nadiezda Zieba. Jika berhasil melewati salah satu rivalnya tersebut, maka Nova/Vita bisa jadi melakoni "perang saudara", hanya bila pasangan pelatnas Muhammad Rijal/Debby Susanto bisa menaklukkan pemain Inggris Nathan Robertson/Jenny Wallwork.

Selain Nova/Vita, Indonesia masih punya peluang menambah satu wakil lagi di sektor ganda campuran. Jika Markis Kido/Lita Nurlita bisa kalahkan pasangan Jepang Noriyasu Hirata/Miyuki Maeda, maka mereka akan ikut jejak Nova/Vita, dan selanjutnya akan menghadapi pemain Denmark Joachim Fischer Nielsen/Christinna Pedersen.

Sebenarnya di babak kualifikasi ini ada delapan wakil Indonesia yang tampil. Sayang, enam wakil langsung tersingkir, yaitu tiga pemain tunggal putri Adriyanti Firdasari, Lindaweni Fanetri dan Aprilla Yuswandari, serta tiga pasangan ganda putra, Luluk Hadiyanto/Candra Wijaya, Yohanes Rendy Sugiarto/Afiat Yuris Wirawan dan Angga Pratama/Ryan Agung Saputra.

Tragis! Tunggal Putri Indonesia Habis

BIRMINGHAM, Kompas.com - All England Superseries Premier menjadi kuburan bagi para pemain tunggal putri Indonesia. Terbukti, tiga pemain yang tampil di babak kualifikasi turnamen klasik berhadiah 350.000 dollar AS tersebut langsung tersingkir di putaran pertama, Selasa (8/3/11). Adriyanti Firdasari menjadi pemain putri pertama yang gugur. Pemain Pelatnas Cipayung ini, yang ditempatkan sebagai unggulan ketiga babak kualifikasi, menyerah dua game langsung 12-21, 12-21 dari pemain Singapura Gu Juan. Setelah itu, giliran Lindaweni Fanetri dan Aprilla Yuswandari yang harus angkat koper.

Lindaweni, unggulan keempat kualifikasi, sempat menguak harapan untuk menyelamatkan muka sektor tunggal putri Indonesia ketika memenangi game kedua dengan 21-11 untuk memaksa rubber game, setelah kalah 18-21 dari pemain Taiwan Chen Hsiao Huan. Sayang, di game penentuan, Lindaweni tak berdaya sehingga menyerah 13-21.

Sedangkan Aprilla mengawali duel berdurasi 50 menit dengan cukup bagus. Di game pertama dia meraih kemenangan 21-12 atas pemain Singapura Fu Mingtian. Tetapi di dua game selanjutnya, Aprilla tak berdaya dan akhirnya kalah 16-21, 15-21.

Dengan demikian, Indonesia tak memiliki wakil sektor tunggal putri di babak utama All England. Pasalnya, hanya tiga pemain ini yang menjadi harapan pasukan Merah-Putih, meskipun mereka harus merangkak dari babak kualifikasi.

Tiga ganda putra pun tersapu

Setali tiga uang dengan tunggal putri, di sektor ganda putra pun tiga wakil Indonesia tersapu. Luluk Hadiyanto/Candra Wijaya kalah WO dari pasangan Perancis Baptiste Careme/Sylvain Grosjean, sedangkan dua pasangan lainnya Yohanes Rendy Sugiarto/Afiat Yuris Wirawan dan Angga Pratama/Ryan Agung Saputra, tak berdaya menghadang dominasi lawan-lawannya.

Rendy/Afiat, yang merupakan pemain PB Djarum Kudus, harus mengakui kehebatan pasangan Rusia Vitalij Durkin/Alexandr Nikolaenko. Dalam pertarungan selama 25 menit, Rendy/Afiat menyerah 17-21, 15-21. Angga/Ryan pun tak mampu menghadang pasangan Malaysia Chan Peng Soon/Lim Khim Wah, yang menang 21-16, 29-27.

Kegagalan enam wakil ini membuat Indonesia hanya menyisakan dua pasangan di sektor ganda campuran, yaitu Markis Kido/Lita Nurlita dan Nova Widianto/Vita Marissa. Dua pasangan non-Pelatnas tersebut berhasil melewati tantangan pertama di babak kualifikasi, dan akan bertarung lagi di babak kedua untuk memperebutkan tiket menuju babak utama.

Nova/Vita, yang menang 21-11, 16-21, 21-13 atas pemain Rusia Vitalij Durkin/Nina Vislova di putaran pertama, akan menghadapi ganda campuran Malaysia Ho Halim Haryanto/Lee Eva, sedangkan Kido/Lita, yang menang 21-16, 22-20 atas pemain Korea Selatan Shin Baek Choel/Kim Ha Na, bakal bertemu pasangan Jepang Noriyasu Hirata/Miyuki Maeda.

Nova, Kido Bertanding di Kualifikasi

JAKARTA, Kompas.com — Pemain ganda veteran Nova Widianto dan Markis Kido harus bertanding di babak kualifikasi ganda campuran turnamen bulu tangkis All England, Selasa (8/3).

Nova Widianto kini mendapat pasangan baru Vita Marissa setelah keluar dari pelatnas Cipayung. Mereka akan menghadapi ganda campuran Rusia, Vitalij Durkin/Nina Vislova.

Sementara Markis Kido yang berpasangan dengan Lita Nurlita juga harus melewati babak kualifikasi dengan menghadapi ganda campuran Korea Selatan, Shin Baek Choel/Kim Ha Na.

Ganda putra senior lainnya, Luluk Hadiyanto/Candra Wijaya, juga harus melewati babak kualifikasi. Luluk/Candra akan menghadapi ganda asal Perancis, Baptiste Careme/Sylvain Grosjean.

Semenatra para pemain putri pelatnas juga harus melewati babak kualifikasi. Adrianti Firdasari akan menghadapi pemain Singapura, Gu Juan. Lindaweni Fanetri menghadapi pemain Taiwan, Chen Hsiao Huan, dan Aprilla Yuswandari menghadapi pemain Singapura lainnya, Fu Mingtian.

Para pemain utama Indonesia lainnya baru akan bertanding di babak utama, Rabu (9/3). Turnamen bulu tangkis tahunan All England sudah memasuki tahun ke-100 dan diselenggarakan di Birmingham.

Lin Dan Juara di Jerman

JAKARTA, KOMPAS.com — Tunggal putra utama China, Lin Dan, menjuarai turnamen bulu tangkis Jerman Terbuka Grand Prix Gold, Minggu (6/3/2011).

Lin Dan yang diunggulkan di tempat pertama mengalahkan rekan senegaranya yang diunggulkan di tempat kedua, Chen Jin, dalam dua game, 21-19 dan 21-11.

Dalam turnamen yang berlangsung 1 hingga 6 Maret ini, Lin Dan tampil sangat perkasa. Ia menang dalam dua game dan tidak pernah kehilangan satu game pun sejak babak pertama. Di babak semifinal, peraih medali emas Olimpiade 2008 ini mengalahkan tunggal utama Thailand, Boonsak Ponsana, 21-11 dan 21-11.

Di turnamen ini, Indonesia hanya diwakili oleh ganda campuran Nova Widianto/Vita Marissa yang kandas di babak perempat final. Vita yang juga turun di ganda putri bersama pemian Swiss, Cynthia Tuwankotta, juga kandas di babak perempat final. Sementara Flandy Limpele langsung kandas di babak pertama.

Pekan depan, para pemain utama Indonesia akan turun dalam turnamen bergengsi All England yang berlangsung di Birmingham, Inggris.

Kido dan Hendra Ingin Juara All England

JAKARTA, KOMPAS.com - Ganda putra Markis Kido/Hendra Setiawan bertekad untuk merebut gelar All England untuk pertama kalinya saat mereka tampil kembali dalam turnamen tersebut pekan depan.
"Pasti kami penasaran karena belum pernah juara," ujar Hendra saat menghadiri penandatanganan kerja sama PT Adaro Energy Tbk. dengan PT Flypower di Jakarta, Sabtu, untuk mendukung pasangan tersebut berlaga di ajang internasional.
All England adalah satu-satunya turnamen besar bulu tungkis perorangan yang belum pernah dimenangi Kido/Hendra setelah pasangan tersebut juara di SEA Games, Asian Games, Kejuaraan Dunia dan Olimpiade.
Soal kondisi cedera lututnya yang ia derita saat meraih medali emas Asian Games November tahun lalu, Hendra mengatakan sudah membaik. "Lutut sudah tidak ada masalah, saya sudah bisa bermain dengan normal," katanya.
Keinginan untuk meraih juara pada All England kali ini juga disampaikan Markis Kido yang bersama Hendra mencapai semifinal pada tahun lalu. "Kami tidak pernah juara di situ, pasti ingin juara kalau bisa," katanya.
Menurut pelatih mereka, Sigit Pamungkas, peluang pasangan tersebut cukup besar jika mereka mampu melalui babak perempat final dengan baik.
Pada perempat final turnamen Super Series Premier berhadiah 350 ribu dolar AS tersebut, Kido/Hendra yang menjadi unggulan keempat itu berpeluang bertemu musuh bebuyutan mereka Koo Kien Keat/Tan Boon Heong dari Malaysia. "Tetapi harus diwaspadai juga pasangan-pasangan muda seperti dari Korea, Jepang dan China," tambah Sigit yang akan mendampingi pasangan tersebut bertanding.
Soal persiapan, Sigit mengatakan, meskipun pasangan peringkat empat dunia itu ambil bagian dalam liga di China, namun persiapan mereka cukup baik. "Justru keikut-sertaan mereka di liga China menjadi bahan evaluasi saya apakah penampilan mereka cukup baik, terutama Hendra yang habis cedera lutut," kata Sigit.
"Tampaknya mereka baik-baik saja, bahkan mereka mengalahkan pemain China juara Malaysia Super Series (Chai Biao) dan pemain China lainnya, Xu Chen. Bisa juga dianggap lawan latih tanding," tambahnya.
Adapun mengenai kerjasama dengan Flypower yang sudah setahun ini menjadi sponsor Kido/Hendra, presiden direktur PT Adaro, Garibaldi Thohir mengatakan, kerjasama tersebut merupakan bentuk dukungan untuk kemajuan generasi muda yang berjuang mengharumkan bangsa.
Sedangkan Hariyanto Arbi, komisaris utama PT Flypower, menyatakan dukungan Adaro sangat berarti bagi mereka dalam memberikan dukungan bagi kesuksesan atlet nasional binaannya. Kido/Hendra akan bertolak menuju Birmingham, Inggris, pada Minggu (6/3) untuk mengikuti All England yang berlangsung 8-13 Maret.

Lius: Polesan Li Mao Belum Akan Tampak

KUDUS, Kompas.com - Mantan Ketua Bidang Pembinaan Prestasi PB PBSI Lius Pongoh mengatakan pelatihan yang diberikan pelatih asal China Li Mao kepada para pemain pelatnas belum akan tampak hasilnya di All England.
"Tidak mudah. Perlu waktu yang lama untuk melihat hasilnya," ujar Lius saat ditemui di sela peresmian monumen Super Smash di GOR PB Djarus di Kudus, Kamis (3/3/11).
Menurut Lius, untuk mengangkat kembali prestasi bulu tangkis khususnya sektor tunggal, tidak semudah membalik telapak tangan, sekalipun dibantu pelatih asing. Dengan demikian, Lius memperkirakan pada All England tahun ini, yang akan berlangsung di Birmingham, Inggris, 8-13 Maret, sektor tunggal Pelatnas belum banyak mengalami perubahan.
"Peluang sih tetap ada, tetapi berat, apalagi tunggal putra pasti sudah bertemu pemain-pemain bagus sejak awal," kata Lius yang sekarang bergabung dengan PB Djarum.
Menurut hasil pengundian pertandingan yang dilakukan Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF), tiga tunggal putra Pelatnas menghadapi pertandingan berat sejak awal.
Sony Dwi Kuncoro yang baru tampil kembali sejak absen karena cedera punggung sekitar pertengahan tahun lalu, akan menghadapi Bao Chunlai dari China pada putaran pertama. Jika lolos, dia akan bertemu unggulan teratas asal Malaysia Lee Chong Wei.
Sedangkan Simon Santoso akan mengawali turnamen super series premier tersebut melawan unggulan delapan asal Thailand Boonsak Ponsana dan juga berpeluang jumpa Lee Chong Wei pada perempat final. Adapun Dionysius Hayom Rumbaka langsung bertemu unggulan ketiga asal China Lin Dan jika keduanya lolos ke putaran kedua.
Sementara tiga pemain tunggal putri, Adriyanti Firdasari, Lindaweni Fanetri, dan Aprilia Yuswandari, semuanya harus mengawali turnamen berhadiah 350 ribu dollar AS itu dari babak kualifikasi.
Li Mao secara resmi diperkenalkan di Pelatnas Cipayung pada 5 Januari 2011. Ia akan menangani sektor tunggal dengan masa kontrak sementara dua tahun.