Result of YONEX Swiss Open Grand Prix Gold - Day 2

Men's Singles - 2nd Round
Dicky Palyama (Netherlands) beat Indra Bagus Ade Chandra 17-21 22-20 21-19
Simon Santoso beat Stefan Wojcikiewicz (Canada) 21-8 21-15

Women's Singles - 1st Round
Adriyanti Firdasari beat Pai Hsiao Ma (Chinese Taipei) 16-21 21-18 21-17
Lindaweni Fanetri beat Cheng Shao Chieh (Chinese Taipei) 21-17 16-21 22-20
Juliane Schenk (Germany) beat Aprilia Yuswandari 21-12 21-14

Men's Doubles - 1st Round
Alvent Yulianto Chandra/Hendra Aprida Gunawan beat Chen Hung Ling/Lin Yu Lang (Chinese Taipei) 21-15 21-16
Christian John Skovgaard/Mads Pieler Kolding (Denmark) beat Rohanda Agung/Titon Gustaman 21-16 12-21 21-17
Mohammad Ahsan/Bona Septano beat Adam Cwalina/Michael Logosz (Poland) 21-19 21-10

Women's Doubles - 1st Round
Christinna Pedersen/Kamilla Rytter Juhl (Denmark) beat Pia Zebadiah Bernadet/Liliyana Natsir 21-14 21-16
Meiliana Jauhari/Greysia Polii beat Ennia Biedermann/Monika Fischer (Switzerland) 21-9 21-11

Mixed Doubles - 1st Round
Tantowi Ahmad/Liliyana Natsir beat Baptiste Careme/Laura Choinet (France) 21-11 21-12
Ong Jie Guo/Chong Sook Chin (Malaysia) beat Fran Kurniawan/Pia Zebadiah Bernadet 21-16 21-10

Kelakuan Pemain Putri China Dikecam

BIRMINGHAM, KOMPAS.com — Tunggal putri asal Denmark, Tine Baun, mengecam kelakuan pemain China yang mengabaikan kewajiban tampil di arena All England.
Menurut Baun, sangat tidak adil  ia harus tetap hadir meski tengah mengalami cedera. Sementara itu, pemain China seperti Wang Yihan tidak tampil di stadion nasional indoor arena Birmingham dengan alasan tengah mengalami cedera.

Baun yang tengah mengalami cedera tumit mengikuti kewajiban baru dari Premier Series yang mengharuskan semua pemain hadir, meski tengah mengalami cedera.

"Saya datang dan saya bertanya, mengapa Yihan bisa tidak tampil?" kata Baun, sembari menambahkan, "Saya kira peraturan sudah baik, namun orang-orang harus datang. Anda, kan, tidak bisa minta izin dari dokter anda yang akan  mengatakan anda tidak mungkin bepergian dengan terbang."

"Namun, dokter-dokter di China dapat melakukan hal seperti tu. Bagi saya, itu tidak adil sama sekali," ungkap Baun.

"Sangat tidak adil bila saya dan Pi Hongyan harus datang, sementara Wang Yihan  tidak perlu datang," lanjut Baun. Pi Hongyan merupakan pemain Perancis kelahiran China yang juga mengundurkan diri, namun datang ke Birmingham.

Baun khawatir, larangan ini kemudian tidak akan berlaku lagi. Namun, hal ini dibantah oleh Thomas Lund dari BWF. "Jika satu pemain tidak datang, dia kan didenda 5.000 dollar AS. kecuali bisa menunjukkan surat tidak sehat," katanya.

Gagal Lagi, PSSI-kan PBSI!

GANDA putra Indonesia, Markis Kido/Hendra Setiawan, harus mengubur impiannya membuat sejarah baru di arena All England. Juara dunia 2007 ini menyerah dari pasangan Malaysia, Koo Kien Keat/Tan Boon Heong, di perempat final yang berlangsung Sabtu (12/3/2011) dini hari di National Indoor Arena Birmingham, Inggris.
Ibarat film, kisah Markis/Hendra di All England sudah “The End” alias selesai. Pasalnya, tahun ini menjadi kesempatan terakhir bagi mereka untuk mengejar gelar juara pertamanya di All England. Tahun depan, faktor kondisi fisik seiring bertambahnya usia (28 tahun) akan membuat kesempatan mereka semakin kecil. Selain itu, banyaknya bermunculan kekuatan muda, terutama dari Cina.
Di set pertama, Markis/Hendra hanya mampu memberikan perlawanan hingga kedudukan 9-9. Setelah itu permainan didominasi Koo Kien Keat/Tan Boon Heong, hingga menang 21-19. Markis/Hendra bermain habis-habisan di set kedua. Meski harus bersusah payah, mereka akhirnya menang dengan 25-23. Namun, kemenangan itu ternyata juga mengandung resiko yang amat berat.
Stamina mereka terkuras, sehingga tak mampu lagi mengembangkan permainan di set ketiga. Setelah kedudukan sama 2-2, Markis/Hendra tak lagi mampu berbuat banyak dan terus tertinggal hingga dalam tempo relatif singkar Koo Kien Keat/Tan Boon Heong mengakhiri pertandingan dengan kemenangan 21-11.
Nasib tim Indonesia pun kembali terpuruk dengan kekalahan Mohammad Ahsan/Bona Septano dari pasangan Cina, Chai Biao/Guo Zhendong. Mereka bertekuk lutut hanya dalam tempo 24 menit dengan skor 18-21 17-21. Kekalahan ini menjadi yang kedua dari Chai Biao/Guo Zhendong di tahun ini, setelah sebelumnya mereka alami di Malaysia Open Super Series, 22 Januari lalu.
Kegagalan ini sekaligus menamba panjang “puasa” gelar yang dialami tim bulutangkis Indonesia di arena All England. Sejak Sigit Budirto/Candra Wijaya menjadi juara pada 2003, Indonesia tak pernah lagi mampu membawa pulang gelar. Prestasi Indonesia mengalami kemerosotan tajam sejak berakhirnya era pemain 90-an seperti Alan Budikusuma, Ardy B Wiranata, Heryanto Arbi, dan Susi Susanti. Dan, semakin tenggelam dalam satu dekade terakhir.
Entah apa sebenarnya yang dilakukan Bidang Pembinaan PB PBSI selama ini, hingga begitu sulit mengembalikan reputasi bulutangkis Indonesia di kancah internasional.
Apakah kualitas materi pemain memang sulit dipacu atau
para pembina sebenarnya tidak mampu mengangkat potensi pemain yang sudah terjaring di Pelatnas? Atau ada yang tidak beres dalam sistem pembinaan bulutangkis nasional?
Jika pertanyaan tersebut tidak segera dijawab dengan pembenahan secara menyeluruh, bukan mustahil cepat atau lambat, “people power” yang terjadi di PSSI menjalar ke PB PBSI.

Kido/Hendra Harus Bermain Sabar

JAKARTA, Kompas.com — Unggulan keempat Markis Kido/Hendra Setiawan akan bertemu lawan berat asal Malaysia, Koo Kien Keat/Tan Boon Heong di perempat final All England Superseries Premier, Jumat (11/3/11). Ini adalah pertemuan kesembilan mereka dalam turnamen perorangan.

Duel tersebut tidak terhindarkan setelah di babak kedua turnamen berhadiah 350.000 dollar AS ini, Kamis (10/3/11), Kido/Hendra menang atas pasangan Jepang Hirokatsu Hashimoto/Noriyasu Hirata 21-14, 21-13, sedangkan Koo/Tan yang menjadi unggulan kelima menyisihkan pasangan Taiwan, Chen Hung Ling/Lin Yu Lang, 21-10, 22-20.

Menghadapi rival beratnya tersebut, Kido/Hendra, yang sedang mengincar gelar pertama di turnamen klasik ini, mengaku harus bermain penuh kesabaran dan tetap mewaspadai semua kekuatan yang dimiliki lawan. Apalagi, dari delapan pertemuan sebelumnya, ganda Malaysia peringkat lima dunia itu menang lima kali.

"Mereka tidak gampang mati," ujar Hendra, yang juga lolos ke perempat final ganda campuran berpasangan dengan pemain Rusia, Anastasia Russkikh.

"Pokoknya saya akan berusaha maksimal saja, bermain sebaik mungkin," ujar Kido, yang bersama Hendra pernah meraih medali emas Olimpiade dan Asian Games.

Hendra yang mengalami cedera lutut saat bertanding di Asian Games November lalu mengaku, saat ini kondisinya sudah jauh lebih baik.

"Kadang-kadang saja terasa saat mengambil pukulan depan, tetapi secara keseluruhan okelah, sudah pulih 90 persen," ujar Hendra.

Ganda putra pelatnas, Mohammad Ahsan/Bona Septano, juga meraih tempat di babak delapan besar setelah unggulan delapan itu mengalahkan ganda India Rupesh Kumar/Sanave Thomas 21-16, 21-16. Di perempat final, pasangan itu akan melawan ganda putra China, Chai Biao/Guo Zhendong, yang menyisihkan unggulan ketika Jung Jae Sung/Lee Yong Dae dari Korea Selatan dengan kemenangan tiga gim, 13-21, 21-17, 21-8.

Dua ganda putra itu adalah wakil Indonesia yang masih bertahan di ajang tersebut menyusul tersingkirnya pasangan Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir dan pemain tunggal putra Dionysius Hayom Rumbaka. Tontowi/Liliyana kalah oleh pasangan Jerman, Michael Fuchs/Birgit Michels, 21-14, 19-21, 14-21, sedangkan Hayom menyerah kepada unggulan ketiga sekaligus empat kali juara, Lin Dan, dari China dengan skor 11-21, 17-21.

Ganda Putra Lolos, Hayom Gagal

JAKARTA, KOMPAS.com — Dua ganda putra Indonesia lolos ke perempat final All England, Jumat ini, tetapi harapan satu-satunya di tunggal, Dionysius Hayom Rumbaka, dihentikan Lin Dan.
Ganda pelatnas, Muhammad Ahsan/Bona Septano, memastikan diri lebih dulu ke perempat final dengan menyisihkan ganda India, Sanave Thomas/Rupesh Kumar, 21-16, 21-16. Mereka akan menghadapi ganda China, Chai Biao/Guo Zhendoing, di babak perempat final.
Keberhasilan ini diikuti oleh senior mereka, Markis Kido/Hendra Setiawan. Juara Asian Games 2010 ini maju ke perempat final dengan menyisihkan ganda Jepang, Hirokatsu Hashimoto/Noriyasu Hirata, 21-14, 21-13. Di perempat final, mereka akan bertemu lawan bebuyutan mereka dari Malaysia, Koo Kien Keat/Tan Boon Heong, yang diunggulkan di tempat kelima.
Hendra Setiawan yang turun di nomor ganda campuran bersama pemain Rusia, Anastasisa Russkikh, juga maju ke perempat final dengan mengalahkan unggulan 8 asal Taiwan, Chen Hung Ling/Cheng Wen Hsing, 21-15, 21-13. Mereka akan menghadapi ganda Denmark, Joachim Fischer Nielsen/Christinna Pedersen, di perempat final.
Namun, kegagalan dialami harapan satu-satunya di tunggal putra, Dionysius Hayom Rumbaka. Hayom disingkirkan tembok China, Lin Dan, dalam dua game 11-21, 17-21 dalam 33 menit. Begitu pun ganda campuran utama Tantowi Ahmad/Liliyana Natsir. Unggulan 7 ini disingkirkan ganda asal Jerman, Michael Fuchs/Birgit Michels, dalam rubber game 21-14, 19-21, 14-21.

Ahsan/Bona ke Perempat Final

BIRMINGHAM, Kompas.com - Ganda putra Indonesia, Mohammad Ahsan/Bona Septano, melangkah ke perempat final All England Superseries Premier. Di babak kedua turnamen klasik ini, Kamis (10/3/11), pasangan Pelatnas Cipayung yang ditempatkan sebagai unggulan delapan tersebut menang dua game langsung 21-16, 21-16 atas pemain India, Rupesh Kumar/Sanave Thomas.
Selanjutnya, di babak delapan besar event berhadiah 350.000 dollar AS ini, Jumat (11/3/11), Ahsan/Bona akan menghadapi pasangan China, Chai Biao/Guo Zhendong, yang menang 13-21, 21-17, 21-8 atas unggulan ketiga dari Korea, Jung Jae Sung/Lee Yong Dae. Mereka akan memperebutkan tiket semifinal.
Keberhasilan Ahsan/Bona membuat Indonesia tetap memelihara asa membawa pulang gelar dari sektor ganda putra. Apalagi, jika unggulan keempat Markis Kido/Hendra Setiawan, juga bisa melewati hadangan pemain Jepang, Hirokatsu Hashimoto/Noriyasu Hirata. Kido/Hendra baru akan bermain pada pukul 18.30 waktu London, atau pukul 01.30 dini hari WIB.
Dengan demikian, sejauh ini baru dua pemain Indonesia yang lolos ke perempat final. Sebelumnya, Hendra Setiawan yang lebih dulu lolos di sektor ganda campuran. Berpasangan dengan pemain Rusia, Anastasia Russkikh, mereka membuat kejutan dengan mengalahkan unggulan delapan dari Taiwan, Chen Hung Ling/Cheng Wen Hsing, dengan straight game 21-15, 21-13.
Hendra menjadi satu-satunya harapan Indonesia di sektor ganda campuran. Pasalnya, pasangan terbaik Pelatnas, Tantowi Ahmad/Liliyana Natsir (unggulan 7), menyerah 21-14, 19-21, 14-21 dari pasangan Jerman, Michael Fuchs/Birgit Michels.

Hendra Jadi Harapan di Ganda Campuran

BIRMINGHAM, Kompas.com - Pasangan gado-gado Indonesia/Rusia, Hendra Setiawan/Anastasia Russkikh, melangkah ke perempat final All England Superseries Premier, Kamis (10/3/11). Mereka meraih tiket babak delapan besar turnamen klasik ini setelah menumbangkan unggulan kedelapan dari Taiwan, Chen Hung Ling/Cheng Wen Hsing, dengan straight game 21-15, 21-13.
Jumat (11/3/11), Hendra/Anastasia akan menghadapi pasangan Denmark, Joachim Fischer Nielsen/Christinna Pedersen, yang lolos setelah menang mudah 21-7, 21-12 atas pasangan Taiwan, Lee Sheng Mu/Chien Yu Chin. Mereka akan memperebutkan tiket semifinal turnamen berhadiah 350.000 dollar AS ini.
Keberhasilan Hendra/Anastasia ini sedikit mengurangi rasa malu Indonesia di sektor ganda campuran. Pasalnya, tinggal Hendra yang menjadi harapan tunggal tim Merah-Putih, setelah ganda campuran terbaik Pelatnas Cipayung yang ditempatkan sebagai unggulan ketujuh, Tantowi Ahmad/Liliyana Natsir, disingkirkan pasangan Jerman Michael Fuchs/Birgit Michels, dengan 21-14, 19-21, 14-21.
Di All England ini, Hendra tampil di dua nomor. Selain ganda campuran, dia juga bermain di nomor spesialisnya, ganda putra, berpasangan dengan Markis Kido. Peraih medali emas Olimpiade Beijing 2008 ini, yang ditempatkan sebagai unggulan keempat, akan menghadapi pasangan Jepang, Hirokatsu Hashimoto/Noriyasu Hirata.
Hendra/Anastasia tampil agresif selama duel yang berdurasi 23 menit ini. Terbukti, data statistik menunjukkan mereka melakukan 19 smash winner, dibandingkan lawannya yang membuat 11 smash winner. Mereka juga tampil impresif ketika meladeni permainan net, karena berhasil meraih 15 net winner (lawan hanya 8).
Pada game pertama, Hendra/Anastasia langsung melejit dan sempat memimpin jauh 12-5. Meskipun sempat dikejar dan skor menjadi imbang 15-15, tetapi Hendra/Anastasia bisa melaju lagi dengan meraih enam poin secara beruntun untuk menang 21-15.
Di game kedua, Hendra/Anastasia tak tersentuh. Sejak unggul 3-0, pasangan tersebut terus menjauh dan semakin tak terkejar ketika memimpin 19-11. Sempat kehilangan dua poin, Hendra/Anastasia akhirnya memenangi pertarungan ini dengan 21-13.